Berikutini lima masalah yang kerap terjadi saat membuat kue kering dan penyebabnya. Yuk, simak baik-baik. 1. Kue mudah hancur. Tekstur kue kering yang mudah hancur bisa disebabkan karena penggunaan margarin atau mentega yang terlalu banyak. Jika saat membuat kue kering kamu terlanjur memasukkan margarin atau mentega, kamu bisa mengatasinya
Sementaraitu, aki kering tidak disarankan untuk diisi ulang. Ini karena bagian plug atau penutup aki kering dirancang tidak dapat dibongkar pasang. Namun, apakah aki kering bisa di cas? Jawabannya bisa. Apabila masih di atas 10 volt, Pins dapat cas ulang aki kering. Sementara itu, ciri aki kering rusak atau perlu pergantian adalah sebagai
6 L'oreal Paris UV PERFECT Aqua Essence Advance Watery Gel SPF 50+ PA+++. Produk sunscreen dari L'Oreal ini cocok untuk kulit kering karena memang diformulasikan untuk kulit kering dimana produk ini mengandung Mexoryl SX dan Vitamin E. Produk ini cocok untuk melindungi dari sinar matahari yang tidak membuat kulit terlihat berminyak
Akibatnyakulit akan terlihat lebih kering dan pecah-pecah, sehingga rentan mengalami iritasi dan infeksi, karena populasi bakteri baik di kulit jadi berkurang. 2. Terapi air putih Air putih dipercaya dapat berfungsi untuk mengencangkan struktur kulit dengan cara memberikan pelumas kepada serat antarkulit sehingga berguna mengurangi gesekan.
DENPASAR BALI EXPRESS - Namanya adalah I Wayan Bisma, 19, pemuda yang kini jadi pergunjingan karena kontroversi. Dialah si otot kering, penggiat media sosial yang isi kontennyaya cekak dan degag (congkak dan sombong). Awalnya tim Bali Express (Jawa Pos Group) mengira orangnya seperti yang ia pertontonkan di konten-kontennya.
Berikutini cara agar diabetes kering bisa disembuhkan: 1. Mengontrol kadar gula darah. Sudah menjadi suatu kewajiban jika penderita diabetes harus rutin mengontrol darah secara rutin. Minimal tiap 1 bulan sekali. Cek gula darah ini bertujuan untuk memantau turun naiknya kadar gula darah serta evaluasi pengobatan diabetes yang sudah dilakukan.
Seminggupertama masih tidak masalah, tetapi jangan dibiasakan. 7. Sertakan telur rebus. Pada akhirnya, anjing akan menyukai pakan kering karena sudah terbiasa dengan rasa dan teksturnya. Anda bisa mencampurkan dan mencocokkan opsi-opsi di atas. Kebanyakan anjing menyukai camilan hati sehingga Anda bisa mencobanya pertama kali. Iklan
Halini dapat menyebabkan kekeringan rambut karena kekurangan minyak yang tidak dapat melembabkannya. Penyebab rambut kering bisa juga karena terjadinya kerusakan pada kutikula (lapisan pelindung rambut). Gejala Rambut Kering. Apabila masih tidak yakin memiliki rambut yang kering, berikut ini adalah gejala dari rambut kering: Kusam dan Tidak
FKZy. Dipublish tanggal Feb 22, 2019 Update terakhir Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca 6 menit Kulit kering mungkin tak terlalu terlalu kelihatan, apalagi kalau itu tidak menimbulkan sisik. Namun begitu diraba, maka biasanya baru ketahuan kalau kulit Anda ternyata kering. Bagi sebagian orang, kondisi ini kerap bikin minder apalagi kalau sampai dikomentari orang lain. Sebelum mulai mengatasinya, baiknya kenali dulu penyebab kulit kering Anda berikut ini. Apa saja gejala kulit kering? Istilah medis untuk kulit kering adalah xerosis atau xeroderma. Kulit yang kondisinya kering biasanya memiliki permukaan yang lebih kasar. Anda juga akan merasakan sensai kencang atau kaku saat mandi, setelah mandi, atau saat berenang. Gejala kulit kering lainnya meliputi Kulit kemerahan dan gatalTerlihat retakan atau garis-garis halus pada kulitKulit bersisik bahkan mengelupas Jika kondisinya sudah parah, maka bisa terjadi retakan yang dalam dan mungkin saja sampai berdarah. Hal yang lebih memprihatinkan lagi bila tidak segera diatasi, kulit kering bisa memicu dermatitis atau radang kulit, bengkak, serta infeksi. Meski kulit kering, bersisik, dan gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja, namun lengan, tangan, betis, dan perut sering kali jadi area utamanya. Mengapa kulit bisa kering? Kulit yang sehat dan normal biasanya dilapisi dengan lipid atau substansi lemak alami sehingga teksturnya tetap lembab, lembut, dan kenyal. Namun, ada beberapa faktor bisa menghilangkan lapisan minyak alami tersebut sehingga kulit jadi tak terlindungi. Faktor penyebab kulit kering ada bermacam-macam, kebanyakan berasal dari faktor eksternal. Kulit bisa kering karena tidak cocok dengan kandungan zat kimia sabun yang terlalu keras, bahan pakaian yang bikin gatal, salah pakai pelembab, atau karena kelamaan mandi menggunakan air panas. Di samping itu, efek samping obat yang dikonsumsi juga bisa menyebabkan kulit kering. Faktor internal seperti gangguan kesehatan, menopause, atau predisposisi genetik tubuh rentan kena penyakit genetik juga bisa membuat kulit kering. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lebih lanjut tentang beberapa penyebab kulit kering berikut ini. Penyebab kulit kering yang paling umum 1. Udara kering Saat cuaca dingin tiba, udara sekitar cenderung kering sehingga suka mencuri kelembaban dari kulit manusia. Biasanya hal ini bukan masalah besar bagi negara tropis seperti Indonesia. Namun yang menjadi masalah adalah penggunaan AC yang juga bisa menjadi salah satu penyebab kulit kering. Suhu AC yang terlalu dingin dapat menyebabkan udara ruangan menjadi kurang lembap.. Akibatnya, kulit lambat laun makin kering dan terasa tidak nyaman. Untuk membalikkan efek buruk tersebut, gunakan pelembab dan aturlah agar suhu AC tidak tertalu dingin. Saat cuaca di luar panas, Anda juga bisa memperlengkapi diri dengan topi, scarf, maupun sarung tangan saat pergi ke luar. 2. Mandi terlalu lama Banyak orang mengira bahwa semakin lama mandi, maka kulit akan semakin lembab. Anggapan ini ternyata tidak tepat, lho! Justru mandi yang terlalu lama akan membuat semakin banyak air yang menguap dari tubuh. Sebab setelah mandi, air di permukaan tubuh ternyata akan menguap lebih cepat dan berisiko membuat kulit kering. Oleh karena itu, sebaiknya batasi waktu mandi Anda sekitar 5-10 menit saja. Hal ini akan membantu menjaga kelembapan kulit Anda dan terhindar dari masalah kulit kering. 3. Sabun Sabun bisa dengan cepat menghilangkan minyak alami pelindung kulit. Yang tak banyak orang tahu adalah kita tak perlu mengoleskan sabun ke seluruh tubuh saat mandi. Cukup aplikasikan sabun pada bagian tubuh yang memang kotor seperti wajah, tangan, kaki, selangkangan, dan ketiak. Sisa bagian tubuh lainnya cukup dibilas dengan air saja. Sama halnya dengan kebiasaan mencuci tangan. Meski dokter sering menganjurkan kita untuk rajin cuci tangan, namun kebiasaan baik satu ini juga sering kali menyebabkan kulit kering. Hal ini bisa diperparah apabila Anda salah milih sabun atau menggunakannya secara berlebihan. Sebaiknya pilihlah sabun yang ringan dan bebas pewangi. Hindari sabun yang mengandung bahan terlalu keras seperti deodoran atau antibakteri. 4. Menggosok kulit Menggosok kulit saat mandi memang dapat membantu membersihkan kulit dari berbagai kotoran. Namun tanpa Anda sadari, aktivitas rutin ini bisa menyebabkan kulit kering. Apalagi jika Anda suka menggosok kulit dengan alat bantu seperti spon, flanel, ataupun batu. Gesekan antara alat gosok dan kulit inilah yang berpotensi menyebabkan kekeringan pada kulit. 5. Mandi air panas Mandi air panas memang nikmat karena bisa melancarkan sirkulasi darah dan bikin badan jadi enteng. Akan tetapi, air panas termasuk mandi uap panas juga bisa membabat habis minyak alami yang melindungi kulit. Lantas, apa yang harus dilakukan? Pertama, lebih baik pilih cara mandi menggunakan shower atau pancuran daripada berendam. Sebisa mungkin batasi penggunaan air panas dan kurangi durasi waktu mandinya. Anda bisa memilih air hangat atau suam-suam kuku. Matikan airnya saat Anda memakai sabun agar tubuh tidak terus-menerus terekspos air. Setelah itu, tepuk-tepuk tubuh dengan handuk bukan menggosokkannya untuk mengeringkannya. Barulah Anda dapat mengoleskan pelembab pada kulit. 6. Gesekan Handuk Tidak banyak yang menyangka bahwa gesekan berlebihan antara tubuh dan handuk dapat membuat permukaan kulit menjadi kering. Jadi, setelah mandi, keringkanlah kulit Anda dengan cara menepuk-nepuknya dengan handuk secara lembut - bukan dengan menggosoknya. 7. Salah pakai pelembab Kalau kulit tergolong kering, maka mungkin Anda sudah mencoba belasan bahkan puluhan produk pelembab. Memang, pelembab memegang peranan penting dalam perawatan kulit kering,. Akan tetapi, para ahli mengungkapkan bahwa kebanyakan orang salah saat mengaplikasikannya. Salah satunya adalah kesalahan mengoleskan pelembap saat kulit dalam kondisi kering. Ternyata, pelembap seharusnya dioleskan saat kulit dalam kondisi basah. Hal ini akan memungkinkan pelembap untuk mengunci alias menahan kelembapan di kulit. Namun, kondisi 'basah' yang dimaksud bukan benar-benar basah. Sesudah mandi, tepuk-tepuk kulit memakai handuk hingga kering, lalu langsung oleskan pelembabnya. Biarkan pelembab meresap selama beberapa menit, lalu barulah Anda boleh memakai pakaian. Selain memperhatikan cara penggunaan, memilih jenis pelembab yang tepat juga penting. Jika Anda memiliki kulit kering, sebaiknya pilih produk yang ringan dan bebas pewangi atau alkohol. Tekstur pelembabnya sebaiknya juga kental dan berminyak agar mampu menahan kelembaban. Cara mudah mengujinya adalah dengan menaruh sedikit losion ke telapak tangan, lalu balik telapak tangan ke bawah. Kalau pelembabnya menetes, maka teksturnya kurang pekat. Pilih pelembap yang tidak mudah menetes. 8. Bahan pakaian Masih berkaitan dengan gesekan kulit, bahan pakaian tertentu juga akan berpengaruh besar terhadap kulit. Pakaian ketat dan berbahan kasar akan menimbulkan gesekan yang lebih pada kulit sehingga berpotensi menyebabkan kulit kering bahkan iritasi. Dan ingat, kalau kulit iritasi, gunakan detergen yang tidak mengandung pewarna dan pewangi untuk mencuci pakaian Anda. 9. Efek obat Beberapa jenis obat yang berpotensi menjadi penyebab kulit kering antara lain obat untuk mengatasi psoriosis, diabetes, hipotiroidisme, serta malnutrisi. Di samping itu, obat untuk hipertensi diuretik dan jerawat atau masalah kulit lainnya retinoid juga termasuk. Begitu Anda merasakan efek samping dari pengobatan yang diminum, maka segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan mengganti obatnya atau mengurangi dosisnya untuk Anda. 10. Bertambahnya usia Pertambahan usia juga turut memengaruhi kelembapan kulit. Semakin bertambah usia seseorang, produksi pelembap alami pada kulitnya juga semakin menurun. Kulit juga makin tipis dan kering. Sebenarnya, perubahan ini adalah hal yang wajar, mengingat semakin berkurangnya produksi hormon-hormon dalam tubuh saat usia semakin tua. Termasuk hormon-hormon yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit. 11. Faktor genetis dan riwayat keluarga Setiap orang memiliki ciri khas tertentu, termasuk dalam hal kesehatan dan tekstur kulit. Dalam satu keluarga, karena faktor keturunan, ada yang lebih rentan mengalami kulit kering. Jadi kalau kulit Anda cenderung mudah kering, coba perhatikan kerabat-kerabat kandung Anda. Jangan-jangan ada faktor genetik yang berperan. 12. Gangguan kesehatan Gangguan kulit di bawah ini juga bisa jadi penyebab kulit kering, yaitu Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis. Diabetes – kebiasaan yang salah dalam mengontrol kadar gula darah bisa memicu dehidrasi sehingga kulit jadi kering. Selain itu, diabetes juga membuat proses penyembuhan lebih lama sehingga risiko infeksi meningkat. Hipotiroidisme – rendahnya kadar hormon tiroid bisa mengurangi produksi minyak alami kulit. Akibatnya, kulit jadi lebih kasar dan kering. Hipotiroidisme ini seringkali juga menimbulkan gejala lain seperti berat badan naik dan mudah lelah. Malnutrisi – kurangnya asupan gizi yang cukup bisa membuat kulit kering. Salah satu penyebabnya bisa saja karena gangguan makan. Masih ada penyakit lain, baik yang ringan ataupun parah, yang bisa menyebabkan kulit kering. Cara mengatasinya tentu saja kembali kepada apa yang jadi penyebabnya. Minum obat mungkin sudah cukup membantu mengatasi kulit kering. Namun, sebaiknya tetap seimbangkan dengan langkah-langkah pencegahan agar kulit tidak kembali kering. Jika masalah kulit kering tak kunjung pulih, jangan segan berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu, misalnya antihistamin untuk sensasi gatalnya, atau krim termasuk steroid untuk mengatasi kulit kering. 16 Referensi Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini. Papadakis MA, et al., eds. Dermatologic disorders. In Current Medical Diagnosis & Treatment 2016. 55th ed. New York, The McGraw-Hill Companies; 2016. Berger TG, et al. Pruritus in the older patient A clinical review. JAMA. 2013;3102443. Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya. Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat
Masalah yang umum terjadi di saat musim hujan salah satunya adalah cucian yang tidak kering karena tidak adanya sinar matahari. Hal ini tentu mengganggu Anda sehingga tidak bisa memakai pakaian yang kering dan nyaman. Gunakan solusi yang tepat agar cucian tetap bisa kering walaupun sedang musim hujan. Nasib Cucian yang Lama Kering Saat Musim Hujan Musim hujan datang, tumpukan pakaian pun jadi masalah bagi banyak orang. Ada yang menumpuk pakaian kotor dan tidak dicuci-cuci karena takut lama kering. Ada juga tumpukan cucian yang sudah dibilas tetapi tidak kering-kering karena tidak adanya sinar matahari. Hal ini terkadang membuat orang terpaksa harus mengenakan pakaian yang masih lembab. Tapi tahukah Anda bahwa pakaian yang tidak kering benar bisa memberikan dampak saat dikenakan? Itulah sebabnya Anda perlu tahu apa saja tips cucian cepat kering di musim hujan untuk Anda coba. Berikut ini ada beberapa informasi terkait cucian di musim hujan yang akan sangat bermanfaat untuk Anda. Efek Mengenakan Pakaian yang Tidak Kering Muncul Bau Apek Efek yang pertama, jika Anda tetap memaksakan memakan pakaian yang belum benar-benar kering nantinya pakaian itu akan berbau apek. Bau apek ini adalah karena kelembaban di pakaian masih tinggi tetapi sudah Anda kenakan dengan kulit Anda. Jadi jangan sampai Anda mengenakan baju yang bau apek ya. Infeksi Jamur Infeksi jamur juga bisa terjadi jika Anda terbiasa menggunakan pakaian yang tidak kering. Jamur yang menyebabkannya adalah jenis candida albicans. Jika terus dibiarkan, jamur ini akan menyebabkan gatal-gatal dan susah penyembuhannya. Jadi berhati-hatilah. Infeksi Kurap Tidak kalah membahayakan, jika Anda memaksakan diri menggunakan pakaian yang masih basah biasanya akan muncul kurap di beberapa bagian tubuh. Kurap ini membuat kulit muncul merah-merah yang gatal. Biasanya akan muncul di beberapa bagian seperti lengan, paha, dan lipatan-lipatan lainnya. Kulit Terbakar Sinar UV Sinar UV adalah sinar matahari yang tidak baik untuk kulit manusia. Namun efeknya akan lebih parah ketika terkena tubuh Anda saat mengenakan pakaian basah. Jadi pakaian basah itu tidak bisa melindungi tubuh dari sinar UV. Sehingga bisa berdampak bahaya seperti kanker kulit dan masalah kulit lainnya. Menyebabkan Bintik Merah Bintik-bintik merah seperti keringat buntat juga bisa muncul akibat Anda sering menggunakan pakaian yang masih basah. Kulit menjadi lembab dan muncul bakter-bakteri yang berkembang biak di tempat lembab. Akhirnya tubuh Anda akan merasa tidak nyaman karenanya. 10 Tips Cucian Cepat Kering di Musim Hujan untuk Anda Coba Prioritaskan Pakaian Tertentu untuk Dikeringkan Terpisah Jika Anda memiliki baju-baju prioritas yang sebaiknya kering lebih dahulu, maka pisahkan baju-baju itu. Anda harus menyediakan tempat terbaik untuk mengeringkannya secara terpisah. Biasanya baju-baju atau pakaian ini adalah seragam kantor, seragam sekolah, dan handuk. Jika memang ada jenis-jenis tersebut dalam cucian Anda dan sedang turun hujan terus menerus, maka Anda bisa menjemur pakaian prioritas itu di tempat yang paling banyak anginnya di rumah. Manfaatkan Setrika untuk Bahan Tertentu Tips cucian cepat kering di musim hujan yang berikutnya adalah dengan memanfaatkan setrika. Setrika ini memiliki tingkat panas yang luar biasa. Anda bisa menggunakannya untuk memastikan kelembaban pakaian hilang seketika. Namun tidak semua bahan pakaian disarankan untuk dikeringkan dengan setrika ini. Hanya bahan pakaian seperti katun dan bahan lain yang cukup tipis untuk dikeringkan dengan setrika. Pakaian yang tebal seperti jeans dan sweater hanya akan berbau jika dikeringkan dengan setrika karena masih ada kelembaban yang tersisa. Jemur Dekat Kayu Bahan-bahan di rumah yang terbuat dari kayu adalah tempat yang paling cocok untuk menjemur di musim hujan. Jika Anda punya lemari kayu atau pintu kayu, maka gantungkan pakaian lembab Anda dekat barang-barang kayu ini. Kayu dapat membantu mengeringkan pakaian karena menghirup air yang terkandung dalam pakaian basah. Anda sudah pernah mencoba cara ini belum sebelumnya? Jangan Lupa Bilas dengan Pewangi Pakaian Selama musim hujan, Anda sebaiknya tidak membiarkan membilas pakaian tanpa pewangi. Pewangi pakaian akan membuat baju tidak mudah bau apek. Berbeda jika Anda hanya menggunakan deterjen saja. Saat ini sudah banyak deterjen sekaligus pewangi yang bisa digunakan untuk membersihkan pakaian. Pakaian jadi lebih wangi walau belum kering selama beberapa waktu dijemur. Beberapa jenis detergen tambah pewangi juga ada yang memiliki efek cepat kering pada pakaian. Gunakan Kipas Angin Kipas angin juga menjadi alat yang paling ampuh untuk membantu Anda mengeringkan pakaian. Anda pasti punya kipas angin di rumah bukan? Gunakanlah kipas angin ini untuk membuat pakaian kering karena efek angin. Beberapa kecepatan kipas angin juga bisa Anda pilih untuk menentukan pakaian lebih cepat kering. Jika tidak terlalu terburu-buru, kipasan angin yang tidak terlalu kencang pun bisa membuat pakaian kering dengan sempurna. Gunakan Hair Dryer Selain kipas angin, Anda juga bisa menggunakan hair dryer. Bagi Anda yang memiliki hair dryer, alat ini bisa Anda gunakan untuk membantu mengerikan pakaian yang belum kering. Tips cucian cepat kering di musim hujan menggunakan hair dryer juga sangat mudah. Yang penting, Anda tinggal menyalakan hair dryer dan mengarahkannya pada bagian yang belum kering. Namun karena daya hair dryer ini cukup tinggi, sebaiknya Anda hanya menggunakannya pada pakaian yang penting dan tipis-tipis saja bahannya ya. Gosok dengan Handuk Hangat dan Kering Tips cucian cepat kering di musim hujan yang berikutnya adalah dengan memanfaatkan cara gosok berikut ini. Jadi Anda bisa menggosok pakaian yang basah dengan alas berupa handuk hangat dan kering. Keduanya kemudian digantung bersama seperti sedang menjemur pakaian. Handuk hangat dan kering yang menjepit pakaian yang masih basah itu akan menyerap airnya. Jadi bisa lebih cepat kering dibandingkan gantung biasa saja. Gantung Jemuran Melebar Masih ada lagi tips ampuh cucian lebih cepat kering di musim hujan, yaitu dengan mengubah cara Anda menggantung jemuran. Selama ini mungkin Anda menggantung jemuran di bentuk jemuran yang biasa. Jadi bagian yang meniris lebih lama dibandingkan jika Anda jepit terbuka. Itulah mengapa tips berikut ini adalah dengan menggantung jemuran melebar dengan dijepit bagian lehernya. Sehingga air cucian otomatis meniris ke bawah. Gantung Jemuran dengan Jarak yang Renggang Anda juga bisa mengubah jarak jemuran Anda menjadi lebih renggang. Jarak yang lebih renggang membuat angin lebih mudah masuk ke sela-sela pakaian. Pakaian yang dijemur dengan renggang akhirnya menjadi lebih cepat kering karena seluruh rongga-rongga pakaian terkena langsung dengan angin. Apalagi jika Anda menjemur pakaian dengan renggang ditambah lagi dengan bantuan kipas. Pasti jauh lebih cepat kering lagi nantinya. Bisa Coba Bekukan Pakaian Cara membuat cucian kering lebih cepat yang berikutnya adalah dengan membekukan pakaian. Jadi dalam kondisi pakaian yang masih basah, Anda bisa memasukkan pakaian itu ke dalam freezer. Setelah beberapa waktu, baju dalam freezer kemudian akan membeku dengan butiran-butiran es yang mengeras. Anda tinggal mengibas-ibaskan pakaian untuk melepaskan butiran-butiran es tersebut dan baju Anda kemudian telah mengering.
Kulit kering menjadi permasalahan banyak orang. Kulit kering sendiri adalah sebuah kondisi dimana kulit kehilangan kelembapannya. Terjadinya pandemik serta adanya peralihan pola kebiasaan baru, membuat tiap-tiap dari kita harus beraktivitas dengan lebih berhati-hati. Tanpa kita sadari, pola kebiasaan baru ini ternyata menjadi salah satu penyebab munculnya masalah kulit kering. Melalui virtual press conference yang diadakan oleh ZEN dengan tajuk “ZEN Ajak Kenali Kulit Kering Sekali Kresek” pada Jumat 12/11/2021 kemarin, Widodo, SpKK sebagai seorang Dermatologist, menjelaskan secara detail mengenai permasalahan kulit Selama pandemik berlangsung, permasalahan kulit kering semakin meningkatVirtual Press Conference ZEN Ajak Kenali Kulit Kering Sekali Kresek. Jumat 12/11/2021. IDN Times/Annisa NisrinaAwareness mengenai kulit kering semakin meningkat selama masa pandemik, sejalan dengan semakin meningkatnya pula permasalahan kulit kering yang terjadi di sekitar kita. Dr. Arini selaku dermatologist, menjelaskan bahwa terdapat peningkatan kasus kulit kering selama tahun 2020, jika dibandingkan dengan tahun 2019. “Data hasil perbandingan tahun 2020 dan 2019, terdapat peningkatan masalah kulit kering sebanyak dua kali lipat. Jadi kita bisa lihat efek dari pandemik ini cukup jelas, akibat new normal,” jelas Arini. 2. Kebiasaan new normal apa aja sih, yang bikin kulit jadi kering?Virtual Press Conference ZEN Ajak Kenali Kulit Kering Sekali Kresek. Jumat 12/11/2021. IDN Times/Annisa NisrinaPemakaian masker di masa pandemik ternyata memiliki efek domino terhadap masalah kulit kering. Arini menjelaskan bahwa karena memakai masker, banyak yang justru kekurangan cairan karena malas minum, akibat tidak mau repot membuka itu, banyaknya aktivitas yang dilakukan di dalam ruangan ber-AC juga membuat kulit menjadi kering. Ruangan yang ber-AC cenderung lebih kering, yang nantinya juga memengaruhi kelembapan juga menjelaskan bahwa, karena semakin banyak pekerjaan yang dikerjakan secara mobile, aktivitas tubuh yang dilakukan jadi berkurang, atau disebut juga sedentary. “Kita cuma duduk aja, aktivitas berkurang. Kelenjar minyak dan kelenjar keringat juga jadi lebih tidak aktif,” jelas Arini. Saat ini juga terjadi pelonggaran, akibat telah menurunnya kasus aktif COVID-19, di mana kita sudah mulai beraktivitas normal. Aktivitas ini juga ternyata meningkatkan kembali frekuensi kita untuk mandi dan membersihkan diri. 3. Faktor-faktor yang memengaruhi kulit keringVirtual Press Conference ZEN Ajak Kenali Kulit Kering Sekali Kresek. Jumat 12/11/2021. IDN Times/Annisa NisrinaSelain kebiasaan-kebiasaan yang disebutkan di atas, terdapat juga faktor-faktor yang dapat menimbulkan masalah kulit kering. Ada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang sulit untuk dikendalikan. Di dalamnya terdapat faktor usia, dan kesehatan. Arini menjelaskan bahwa orang yang memiliki penyakit yang mengharuskan untuk mengkonsumsi banyak obat, kulitnya akan cenderung lebih kering. Selain itu, faktor usia juga mempengaruhi. Pada dasarnya, semakin bertambahnya usia, kulit juga akan semakin kering. “Jadi secara natural, semakin bertambah umur, kelembapan kulit akan menurun akibat lemak di kulit yang semakin menurun. Kulit kering ini bisa dialami oleh semua usia, mulai dari anak-anak hingga lansia,” ujar Arini. Sementara untuk faktor eksternal yang paling mempengaruhi kulit kering adalah terkait dengan konsumsi air, suhu, temperatur serta kelembapan lingkungan, dan juga kebiasaan mandi. Baca Juga 5 Body Lotion dengan Harga di Bawah 50 Ribu, Cocok untuk Kulit Kering! 4. Hati-hati dengan barrier damageVirtual Press Conference ZEN Ajak Kenali Kulit Kering Sekali Kresek. Jumat 12/11/2021. IDN Times/Annisa NisrinaSalah satu concern yang timbul akibat kulit kering adalah masalah barrier damage atau rusaknya pertahanan kulit. Barrier sangat penting karena kulit merupakan organ yang memproteksi tubuh dari berbagai macam bahaya. Bila barrier-nya rusak, kuman dan berbagai penyakit dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. “Barrier yang utuh sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit. Kalau barrier-nya rusak, penguapan kulit akan lebih mudah. Barrier damage ini kadang gak bisa kita lihat, tapi bisa kita rasakan. Misalnya kulit yang jadi lebih sensitif, agak kemerahan, bersisik, atau gatal,” jelas Arini. 5. Lantas apa sih yang harus kita lakukan untuk mencegah dan mengatasi kulit kering?Virtual Press Conference ZEN Ajak Kenali Kulit Kering Sekali Kresek. Jumat 12/11/2021. IDN Times/Annisa NisrinaYang harus ingat adalah bahwa kelembapan kulit dipengaruhi lipid atau lemak pada kulit, dan juga konten air di dalam kulit. Sehingga untuk menjaganya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah harus memperhatikan lingkungan. Lingkungan yang ideal adalah yang temperaturnya humid, dan tidak terlalu dingin. Kedua adalah tentang kebiasaan mandi. Arini menjelaskan bahwa mandi yang dianjurkan adalah dua kali sehari, dengan durasi 5-15 menit. Selain itu, hindari juga mandi menggunakan air panas dan sabun yang harsh. Suhu air yang dianjurkan adalah sama dengan suhu tubuh, yaitu sekedar 36-37 derajat celcius. “Selanjutnya, bilas tubuh hingga bersih. Ini karena sabun tidak didesain untuk live on seperti moisturizer. Sabun didesain untuk dibersihkan setelah penggunaan. Jadi pastikan dia tidak tertinggal di kulit,” jelas Arini. Dan yang terakhir adalah jangan lupa gunakan moisturizer. Moisturizer ini sebaiknya digunakan saat kondisi kulit masih lembap. “Karena kita mau mengunci kelembapan kulit yang sudah terhidrasi dengan air, menggunakan moisturizer,” tutup Arini. itu dia 5 serba-serbi yang perlu kamu tahu tentang kulit kering. Setelah tahu, jangan lupa untuk merawat kulit kamu ya! Baca Juga Duo Kulit Kering dan Berminyak, Ini 7 Tips Merawat Kulit Kombinasi